Arthur Robert Ashe, Jr (10 Juli 1943 - 6 Februari 1993) adalah seorang Afrika Amerika pemain tenis terkemuka yang lahir dan dibesarkan di Richmond, Virginia.
Selama karirnya bermain, ia memenangkan tiga Grand Slam; US. Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Robert Ashe juga dikenang karena usahanya dalam berbagai kegiatan sosial.
Arthur Robert Ashe, adalah laki-laki Afrika-Amerika pertama yang memenangkan event Grand Slam, juga sebagai pendukung hak-hak sipil aktif. Dia adalah anggota delegasi dari 31 tokoh Afrika-Amerika yang berkunjung ke Afrika Selatan untuk mengamati perubahan politik di negeri tersebut pada saat mendekati integrasi rasial. Dunia, khususnya penggemar tenis akan selalu ingat kepada dia dan prestasinya.
Arthur Ashe, pada tahun 1979 terkena serangan jantung sehingga mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali menjalani operasi, bukannya menerima kesembuhan tetapi dia justru harus mengadapi kenyataan sangat pahit, yaitu terinffeksi HIV melalui transfusi darah yang dia terima.
Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya. “ Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?”
Arthur Ashe, menjawab ;
Didunia ini ada 50 juta orang yang ingin bermain tennis.
Diantaranya 5 juta orang yang bisa berlajar bermain tenis.
500 ribu orang belajar menjadi pemain tennis professional.
50 ribu orang datang ke arena untuk bertanding.
5000 orang mencapai turnamen Grand Slam.
50 orang berhasil sampai ke Wimbledon.
4 orang berhasil sampai di semifinal,
dan achirnya tersisa 2 orang berlaga di final!
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya keada Tuhan,
“ Mengapa saya?”
Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan “Mengapa saya”
Disadari atau tidak disadari, sering kali kita memiliki anggapan bahwa kita hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, juga kesehatan.
Ketika yang kita terima adalah hal yang sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menilai dan menganggap Tuhan berlaku tidak adil, dan kita merasa punya hak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi Arthur Ashe, berbeda dengan kebanyakan orang, dia menjadi cerminan hidup bagi orang beriman.
Tetap teguh dalam pengharapan sekalipun diterpa beban hidup yang sangat berat.
Dia mengingatkan kepada kita;
Ketika menerima sesuatu yang buruk ingatlah saat-saat ketika kita menerima hal yang baik.
Jika saya mengatakan, "Tuhan, mengapa saya?" tentang hal-hal buruk, maka saya harus mengatakan, "Tuhan, mengapa saya?" tentang hal-hal baik yang terjadi dalam hidupku. - Arthur Ashe.
Selama karirnya bermain, ia memenangkan tiga Grand Slam; US. Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Robert Ashe juga dikenang karena usahanya dalam berbagai kegiatan sosial.
Arthur Robert Ashe, adalah laki-laki Afrika-Amerika pertama yang memenangkan event Grand Slam, juga sebagai pendukung hak-hak sipil aktif. Dia adalah anggota delegasi dari 31 tokoh Afrika-Amerika yang berkunjung ke Afrika Selatan untuk mengamati perubahan politik di negeri tersebut pada saat mendekati integrasi rasial. Dunia, khususnya penggemar tenis akan selalu ingat kepada dia dan prestasinya.
Arthur Ashe, pada tahun 1979 terkena serangan jantung sehingga mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali menjalani operasi, bukannya menerima kesembuhan tetapi dia justru harus mengadapi kenyataan sangat pahit, yaitu terinffeksi HIV melalui transfusi darah yang dia terima.
Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya. “ Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?”
Arthur Ashe, menjawab ;
Didunia ini ada 50 juta orang yang ingin bermain tennis.
Diantaranya 5 juta orang yang bisa berlajar bermain tenis.
500 ribu orang belajar menjadi pemain tennis professional.
50 ribu orang datang ke arena untuk bertanding.
5000 orang mencapai turnamen Grand Slam.
50 orang berhasil sampai ke Wimbledon.
4 orang berhasil sampai di semifinal,
dan achirnya tersisa 2 orang berlaga di final!
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya keada Tuhan,
“ Mengapa saya?”
Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan “Mengapa saya”
Disadari atau tidak disadari, sering kali kita memiliki anggapan bahwa kita hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, juga kesehatan.
Ketika yang kita terima adalah hal yang sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menilai dan menganggap Tuhan berlaku tidak adil, dan kita merasa punya hak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi Arthur Ashe, berbeda dengan kebanyakan orang, dia menjadi cerminan hidup bagi orang beriman.
Tetap teguh dalam pengharapan sekalipun diterpa beban hidup yang sangat berat.
Dia mengingatkan kepada kita;
Ketika menerima sesuatu yang buruk ingatlah saat-saat ketika kita menerima hal yang baik.
Jika saya mengatakan, "Tuhan, mengapa saya?" tentang hal-hal buruk, maka saya harus mengatakan, "Tuhan, mengapa saya?" tentang hal-hal baik yang terjadi dalam hidupku. - Arthur Ashe.






0 komentar:
Posting Komentar