Colombus dan Telur Ayam
Hargailah Orang Tua Kita
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang
senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang
memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di
keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon
apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Cinta Tanpa Syarat
42 Hal Yang Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya
Belajar Dari Sebuah Jam
TERJADI dialog antara pembuat jam dengan jam yang sedang dibuatnya. Pembuat jam berkata, “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak sebanyak 31.536.000 (Tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu) kali dalam setahun?”, jam itu tersentak, “Enggak mungkinlah saya berdetak sebanyak itu!?”
Kisah Pengusaha Beristeri Empat
Kisah Seorang Anak Buta, “Berpikirlah Dari Sudut Pandang Yang Berbeda”
Hadiah Cinta yg tak ternilai (True Love Story)
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Cawan dan Kopi
kedudukan atau keberhasilan karir yang baik, bersilaturahim di rumah dosen
pembimbing mereka dahulu, seorang profesor yang bersahaja. Mereka sangat
terlena dengan perbincangan yang akrab dengan beragam topik.
Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA.
Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.
Pakis dan Bambu
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
Semuanya Indah
Bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluardari kamaroperasi.
Dia bertanya dengan penuh harapan: “Bagaimana anakku? Apakah dia dapat
disembuhkan? Kapan saya boleh menemuinya?”
Dokter bedah menjawab, “Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi
sayangnya anak ibu tidak tertolong”
Bu Sally bertanya dengan hati remuk, “Mengapa anakkuyang tidak berdosa
bisaterkena kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?” Di mana Engkau
Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? “
Dokter bedah bertanya, “Apa Ibu ingin bersama dengananak ibu sela
beberapa waktu? Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum
jenazahnya dibawa ke universitas. “





