RSS

Hati Yang Indah


Suatu hari, seorang pemuda berdiri di pusat keramaian kota. Dia mengumumkan bahwa dia memiliki hati yang paling indah di dunia. Hati itu sempurna. Tidak ada cacat, tidak ada noda.


Tiba-tiba seorang lelaki tua menghampirinya. Ia berkata “Hati mu tidaklah seindah hatiku.”


Pemuda tadi terkejut. Ia melihat hati yang dimiliki lelaki tua itu. Ternyata hati si lelaki tua itu terdegup keras sekali, tetapi penuh dengan luka, pinggirannya sudah banyak yang rusak sehingga tampak bergerigi, tidak mulus lagi. Banyak lubang-lubang kecil di dalamnya. Bentuknya sudah tidak indah lagi menurut pemuda itu. Pemuda itu lantas tertawa terbahak-bahak.


“Bapak pasti bercanda,” kata pemuda sambil tetap tertawa, “bandingkan hatimu dengan hati yang kumiliki ini. Hatiku sempurna, sedangkan bentuk dari  hatimu ibarat sampah yang terdiri dari banyak luka dan lubang bekas tetesan air mata.”
 
“Ya,” jawab lelaki tua, “setiap luka di hati yang kumiliki ini mewakili orang yang aku berikan cintaku. Aku mengambil sekeping dari hatiku dan memberikannya kepada orang itu. Seringkali mereka juga memberikan hati mereka kembali kepadaku. Namun, karena kepingan hati itu tidaklah sama persis, akhirnya aku memiliki beberapa pinggiran hati yang nampak kasar. Tapi aku sangat menghargainya, karena mereka mengingatkanku akan cinta yang kami bagikan satu sama lain. Kadangkala aku memberi kepingan hatiku yang lain, dan orang itu tidak menukar dan memberikan hatinya kepadaku. Itulah mengapa ada beberapa ruang yang nampak kosong. Mencintai adalah mengambil sebuah kesempatan. Meskipun terasa menyakitkan, tapi ruang kosong itu tetap terbuka, mengingatkanku akan cinta yang telah aku berikan kepada orang lain. Dan aku berharap suatu saat mereka akan memberikan cinta mereka dan mengisi ruang kosong di hatiku yang telah menanti.”


“Jadi sekarang, kamu lihat kan bagaimana hati yang indah itu sesungguhnya?”


Si pemuda itu berdiri perlahan dengan air mata yang mengalir ke pipinya. Ia menghampiri lelaki tua, mengambil hatinya yang dianggap mudah, sempurna dan indah, dan merobeknya sebagian. Pemuda itu menawarkan kepingan hatinya kepada lelaki tua dengan tangannya yang gemetar.


Lelaki tua itu mengambil hati yang ditawarkan oleh si pemuda dan menaruhnya di ruang dalam hatinya yang masih kosong. Kemudian lelaki tua itu juga mengambil kepingan dari hatinya yang tua dan penuh luka dan menaruhnya di bekas luka hati si pemuda tadi. Kepingan hati itu bisa masuk ke hati si pemuda, tapi tidaklah sempurna, sehingga terlihat beberapa rongga kecil.


Pemuda melihat ke dalam hatinya. Sekarang hatinya tidaklah sempurna lagi, tapi lebih terasa indah dari sebelumnya, sejak cinta dari lelaki tua itu mengalir dalam dirinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar